178 - Seyogyanya gaya anak muda zaman sekarang merayakan ulang tahun tak perlu lagi dengan hal yang sifatnya hura-hura.
Sandy
alias Gepeng (21) adalah korban dari perilaku iseng teman-temannya.
Senin 26 September 2016 adalah hari ulang tahunnya. Sandy merupakan
seorang warga Lengkong Wetan Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan
(Tangsel) Tepat pukul 00.04 WIB, pekerja sebuah tempat futsal di Tangsel
mendapat surprise dari teman-temannya.
Dia
diikat di sebuah tiang listrik yang masih menjadi area tempat kerjanya.
Dalam posisi itu teman-temannya merayakan pertambahan umur Sandy dengan
menyiraminya dengan air. Tak disangka, Sandy langsung kejang-kejang.
Sempat dibawa ke Rumah Sakit Eka Bumi Serpong Damai (BSD) namun nyawanya
tak tertolong.
Belakangan
diketahui penyebabnya adalah unsur kelalaian. Ada kabel listrik yang
terkelupas pada tiang listrik tersebut. Itu karena terkena pisau
pemotong rumput. Petugas futsal lainnya sempat mematikan panel listrik
tapi arus listrik yang masuk telah melewati batas ketahanan tubuh Sandy.
Miris, akhirnya Sandy meninggal dunia.
Sosiolog
dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Musni Umar
menyebut bahwa masyarakat mesti mengambil pelajaran dari kejadian ini.
Berbagai pihak mulai dari orangtua di rumah, guru di sekolah, maupun
pemerintah terutama di tingkat RT atau kelurahan mesti turut ambil
bagian dalam mengontrol keseharian generasi muda.
"Mungkin
itu suatu bentuk penghormatan kepada yang sedang ulang tahun. tapi
tanpa disadari menimbulkan bencana. Para pemuda punya kesolidan, namun
terkadang tidak dipraktikkan secara positif," kata Musni Umar ketika
dihubungi brilio.net, Rabu (28/9).
Musni
mengimbau kepada anak-anak muda agar merayakan ulang tahun tak secara
berlebihan. Perayaan ulang tahun dengan model mengerjai teman tersebut
dinilainya minim pemaknaan dan cenderung bersifat hura-hura. Setidaknya
ada tiga hal penting yang menjadi tawarannya.
"Pertama,
merayakannya cukup di rumah, bagus kalau diadakan doa bersama dan
ceramah. Kedua, didampingi oleh orangtua. Ayah dan ibu dapat
mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan memberi arahan apa yang bakal
dilakukan ke depan. Ketiga, adanya keterlibatan pihak pemerintah
misalnya RT, RW. atau kelurahan. Bisa juga didatangkan motivator. Anak
muda biasanya kehilangan harapan dan arah ketika menemui masalah hidup,"
paparnya.

No comments:
Post a Comment